5 Peristiwa 16 Agustus Menjelang Kemerdekaan Indonesia

5 Peristiwa 16 Agustus Menjelang Kemerdekaan Indonesia

Agustus 15, 2018 0 By emrizal

5 peristiwa 16 Agustus menjelang kemerdekaan Indonesia harus kita ketahui beserta diturunkan kepada anak cucu kita bawasannya peristiwa-peristiwa bersejarah kemerdekaan Indonesia akan selalu dikenang. Supaya kedepannya anak cucu kita mengerti akan sejarah bangsanya sendiri, serta menumbuhkan rasa kepedulian dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bertepatan dengan hari ini yakni tanggal 16 Agustus 2018 atau malam 17 Agustus yang diperingati sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia, mari kita panjatkan beribu dan tanpa putus rasa syukur kehadiratNya atas karunia dan kemakmuran Indonesia serta persatuan dan kesatuan 73 tahun Indonesia merdeka. Dan untuk kedepannya mari sama-sama kita tanamkan rasa cinta tanah air kepada buah hati maupun cucu beserta sanak saudara kita agar selalu menjaga perdamaian dan persatuan hingga generasi masa depan tanpa putus, karena sejatinya itulah yang disebut “NKRI harga mati”.

Untuk memperingati HUT RI 73 tahun, sedikit saya flashback memori dan kenangan perjuangan para pahlawan dan penggagas negeri ini pada 5 peristiwa 16 Agustus menjelang kemerdekaan Indonesia.

5 peristiwa 16 Agustus menjelang kemerdekaan Indonesia

1. Peristiwa Rengasdengklok.

5 peristiwa 16 Agustus menjelang kemerdekaan Indonesia pertama terjadi pada tanggal 16 merupakan peristiwa bersejarah yang menandakan detik-detik menjelang Indonesia merdeka. Peristiwa rengasdengklok ini menandai bahwa kegigihan jiwa bangsa Indonesia sangatlah luar biasa. Peristiwa ini tidak terlepas dari tiga hal berikut:

  • Golongan Muda dan Golongan Tua.

Menyangkut dua golongan pada waktu itu yakni golongan muda dan golongan tua. Golongan muda ini terdiri oleh beberapa tokoh kemerdekaan seperti Tan Malaka, Sukarni dan masih banyak lainnya, sedangkan golongan tua antara lain Soekarno, Hatta, dan PPKI. Golongan ini hanya suatu cap pengelompokan saja. Pada tanggal 16 agustus golongan muda ini mendesak golongan tua khususnya Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak mau terburu-buru dan memikirkan jangka panjang dan kebaikan untuk bangsa dengan menyelenggarakan musyawarah dulu dengan PPKI. Golongan muda menolak itu dan tetap mendesak Soekarno untuk segera mengumandangkan proklamasi kemerdekaan. Sebab golongan muda berfikir PPKI itu adalah salah satu pembentukan Jepang dan pada saat itu Indonesia berstatus “vakum kekuasaan” akibat menyerahnya Jepang kepada Sekutu. Maka dari itu golongan muda yang terlebih diprakarsai Sutan Syahrir ingin menuntuk Pak Soekarno agar menyegerakan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

  • Penolakan perundingan dengan PPKI.

Sebenarnya alasan penolakan musyawarah dengan PPKI adalah salah satu strategi juga dari golongan muda. Sebab PPKI juga merupakan salah satu bentukan Jepang. Golongan muda yang terdiri dari anggota PETA dan mahasiswa ini terus mendesak Ir. Soekarno untuk memproklamasikan kemerdekaan tidak melalui mekanisme Dokuritsu Junbi Inkai (PPKI). Mereka mengiginkan kemerdekaan atas upaya dan kekuatan sendiri bukan merupakan hadiah dari Jepang. Sebab saat itu memang terdengar kabar bahwa Jepang sudah menyiapkan kemerdekaan untuk Indonesia.

  • Rengasdengklok.

Setelah kejadian tersebut tepat tanggal 16 Agustus golongan muda mengambil langkah untuk membawa Ir. Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok. Pada tanggal sebelumnya utusan golongan mudah sudah menghadap Soekarno di Jl. Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Namun golongan tua tetap bersi kukuh untuk merundingkan dulu dengan PPKI dan harus melalui mekanisme PPKI. Mengetahui tuntutan golongan muda ditolak, lantas mereka sedikit memberikan desakan dan “ancaman” bila esok hari akan terjadi pertumpahan besar. Itu termasuk salah satu strategi dari golongan muda untuk membawa Ir. Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok tanggal 16 Agustus guna menjauhkan kedua tokoh tersebut dari pengaruh Jepang.

 

2. Jepang Menyerah kepada sekutu.

Masuk kategori 5 peristiwa 16 Agustus menjelang kemerdekaan Indonesia. Kenapa Jepang sudah mengisyaratkan menyiapkan kemerdekaan Indonesia? alasannya yaitu dua kota mereka telah hancur dengan bom atom oleh sekutu yakni kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 kemudian tanggal 9 Agustus 1945 giliran kota Nagasaki yang luluh lantah akibat bom atom juga. Hal ini yang membuat Jepang menyiapkan kemerdekaan Indonesia kemudian mundur.

 

3. Perancangan Teks Proklamasi.

Tanggal 16 Agustus 1945 menjadi peristiwa yang sangat penting baik golongan muda maupun golongan tua. Setelah peristiwa yang terjadi di Rengasdengklok, Soekarno membenarkan tindakan yang diambil golongan muda dan menjadikan beliau untuk segera mengumandangkan teks proklamasi Indonesia. Maka saat itu pula perusmusan teks proklamasi langsung digelar. Perancangan teks tersebut bertempat di rumah Laksamana Maeda yang dirasa paling aman terhadap ancaman serangan pihak Jepang.

 

4. Penulisan Teks Proklamasi.

Sebelum diketik dan ditulis oleh Ir. Soekarno, dari golongan muda sendiri sebenarnya sudah memiliki naskah proklamasi sendiri. Tapi saat itu ditolak sebab isinya terlalu keras sehingga rapat perumusan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia digelar saat itu juga. Kemudian menghasilkanlah teks tulisan Ir. Soekarno melalui perundingan matang dengan Moh. Hatta dan Ahmad Soebardjo. Tulisan tangan Ir. Soekarno tersebut berbunyi:

” Proklamasi.

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l. , diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja. 

Djakarta, 17-8-’05

Wakil2 bangsa Indonesia.

 

Setelah Ir. Soekarno selesai menulis teks proklamasi tersebut kemudian meminta tolong kepada Sayuti Melik untuk mengetikkan teks kemerdekaan itu. Tetapi beliau-beliau yang berkumpul dalam peristiwa kemerdekaan Indonesia waktu itu bingung siapa yang akan menandatangani teks proklamasinya. Namun akhirnya semua sepakat menentukan penandatanganan teks proklamasi oleh dwitunggal yakni Ir. Soekarno dan Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Mengingat kedua tokoh tersebut merupakan sosok yang paling berpengaruh terhadap bangsa Indonesia. Setelah semua selesai, hasil ketikannya lebih disesuaikan dengan sedikit merubah beberapa suku kata menjadi lebih baku. Seperti kata “tempoh” menjadi “tempo” dan “17-8-’05” menjadi “hari 17 boelan 8 tahoen ’05”.

Sehingga teks proklamasi hasil ketikkannya atau hasil akhir bunyinya seperti ini:

” Proklamasi.

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l. , diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen ’05

Atas nama bangsa Indonesia

Soekarno – Hatta “

 

5. Proklamasi.

Setelah perjalanan panjang dan malam perumusan teks proklamasi yang berhasil ditandatangani oleh Ir. Soekarno beserta Moh. Hatta pada pukul 04.00 WIB pagi tanggal 17 Agustus 1945 kemudian segera dilaksanakan proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh Bung Karno. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus 1945 di Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta (sekarang Jl. Proklamasi). Upacara tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh pergerakan Nasional dan tokoh Indonesia lainnya. Pada saat itu pula pengibaran sang bendera Merah Putih pertama dilakukan.

 

Demikianlah bahasan kita kali ini tentang 5 peristiwa 16 Agustus menjelang kemerdekaan Indonesia yang wajib kita ketahui bersama. Percayalah jika informasi demikian ini tidak kita sampaikan kepada orang lain dan anak cucu kita, apa yang diketahui oleh generasi penerus bangsa Indonesia kelak?. Jangan sampai hal itu terjadi.

Untuk itu jangan lupa share agar menjadi pengetahuan bersama.

EMrizal mengucapkan selamat HUT RI ke 73, semoga bangsa Indonesia selalu dalam perlindunganNya dan senantiasa diridhoiNya. amin. ”